Berterima kasih pada "mereka"

Pernah gak sih ngangenin orang yang nyebelin?

Ini yang saya rasain barusan. Beberapa saat yang lalu saat saya mengerjakan proyek di tempat kerja yang lama, ada satu orang, yang berhubungan dengan proyek yang saya kerjakan, yang cukup "beda" dibandingkan dengan yang lain. "Beda" disini dalam artian sikapnya cenderung beda dengan yang lain yang normal-normal saja. Tapi bukan juga berarti dia tidak normal ya. Hehe.. Dia sedikit agak suka cari perhatian dengan cara yang kadang annoying. Setelah saya pindah ke tempat kerja yang baru, rata-rata orang-orang yang dulu pernah berhubungan dengan pekerjaan saya di tempat yang lama sesekali masih suka mengirim kabar dan "say hi", tapi lain halnya dengan orang yang satu ini. Karena sikapnya yang "beda" itu, saya jadi ga keingetan untuk tau kabar dia sekarang. Heuheu.. Tapi secara gak sengaja waktu saya buka facebook, ada link untuk menuju halaman facebook orang itu. Entah kenapa, langsung saja ada rasa menggelitik untuk meng-klik link itu karena terdorong rasa penasaran untuk mengetahui perkembangan dia sampai saat ini. Hahaha,,ga penting ya ceritanya. Tapi coba deh kalo ada yang ngerasain hal yang sama dengan saya. Pasti ngerasain rasa yang beda. Senyum saya sedikit mengembang saat melihat halaman facebooknya. Tiba-tiba saya menganalisis dan berpikir bahwa ternyata dengan sikapnya itu dia telah berjasa dalam membantu saya melatih kesabaran saya dengan cara "harus menghadapi dia dengan cara yang sedikit berbeda daripada menghadapi yang lain". See? Dari kejadian sederhana ini saya dapat menarik sedikit insight bahwa kadang kita gak sadar bahwa orang yang annoying menurut kita justru didatangkan ke kehidupan kita untuk menolong dan melatih kita dalam mengembangkan potensi yang tidak kita sadari ada di dalam diri kita. So, hati-hati dengan orang yang tidak kita sukai. Suatu hari nanti, mungkin kita justru akan berterima kasih pada orang itu karena telah membantu kita menemukan sesuatu yang tersembunyi dalam diri kita.

Komentar

Postingan Populer